27 Maret 2026

Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun yang Realistis

Pensiun terasa masih jauh, tapi semakin lama menundanya semakin besar yang harus disiapkan. Ini cara menghitung berapa yang kamu butuhkan dan mulai dari mana.

Pensiun bagi banyak orang terasa seperti urusan nanti — masih ada 20, 30 tahun lagi. Tapi justru di situlah masalahnya. Semakin lama kamu menunda memikirkan dana pensiun, semakin besar jumlah yang harus disiapkan setiap bulannya nanti.

Kabar baiknya: kalau mulai sekarang, jumlah yang perlu disisihkan per bulan jauh lebih kecil dari yang kamu bayangkan.

Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun

Ada rumus sederhana yang bisa dipakai sebagai titik awal: estimasi pengeluaran bulanan saat pensiun × 12 × jumlah tahun pensiun, disesuaikan dengan inflasi.

1. Estimasi pengeluaran bulanan saat pensiun

Ambil 70–80% dari pengeluaran bulananmu sekarang. Biaya hidup cenderung turun saat pensiun (tidak ada biaya komuter, pakaian kerja, dll) — tapi biaya kesehatan naik.

2. Tentukan usia pensiun dan harapan hidup

Pensiun di 60, harapan hidup sampai 80 → kamu perlu dana untuk 20 tahun. Lebih aman pakai 25–30 tahun sebagai buffer.

3. Hitung total kebutuhan nominal

Pengeluaran Rp5 juta/bulan × 12 bulan × 25 tahun = Rp1,5 miliar (nilai saat ini). Dengan inflasi 4%, nilai nominalnya saat pensiun bisa 2–3x lipat.

Contoh: Usia 30 tahun, pengeluaran sekarang Rp5 juta/bulan, target pensiun usia 60. Dengan inflasi 4% dan investasi pensiun 10%/tahun — perlu menabung sekitar Rp1,2 juta/bulan mulai sekarang.

Sumber Dana Pensiun yang Bisa Dioptimalkan

  • BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Hari Tua)

    Wajib dan otomatis dipotong dari gaji. Pastikan terdaftar dan aktif. Tapi jangan mengandalkan ini saja — besarannya biasanya tidak cukup.

  • DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan)

    Produk tabungan pensiun yang bisa dibuka di bank atau asuransi. Ada manfaat pajak dan disiplin menabung rutin.

  • Reksa dana saham / indeks jangka panjang

    Instrumen terbaik untuk pertumbuhan dana pensiun jangka panjang karena potensi imbal hasil tertinggi. Mulai dari yang kecil, rutin setiap bulan.

  • Properti sebagai aset pensiun

    Properti yang disewakan bisa jadi passive income saat pensiun — tapi butuh modal besar di awal dan tidak semudah yang terlihat.

Tidak ada yang terlambat untuk mulai memikirkan pensiun — tapi semakin awal semakin ringan. Perbedaan antara mulai di usia 25 dan 35 bisa berarti ratusan juta rupiah perbedaan pada hasil akhir.

Mau tahu kondisi keuanganmu sudah siap untuk mulai persiapan pensiun? Cek bersama Bisa Dipercaya — gratis, 5 menit.

Mau tahu kondisi keuanganmu?

Cek Kondisi Keuanganku →

Gratis · 5 Menit · Tanpa Akun